Menjadi Pemuda Spesial di Pandangan Allah SWT. Chek Ayat Millenial dalam Al-Qur’an

Menjadi Pemuda Spesial

Apa kabar sahabat senyumku?

Para pemuda millenial Indonesia dimanapun kamu berada, apa yang sudah kamu lakukan dan dapatkan hingga saat ini?

Apakah semua itu sudah membuatmu nyaman dan lebih dekat dengan sang Kholiq?

Ada yang spesial untuk pemuda millenial, di dalam Al-Qur’an ada sebuah ayat yang dikhususkan untuk para pemuda.

Kamu kenal Ayat berikut ini?

نَّحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ نَبَأَهُم بِٱلۡحَقِّۚ إِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ ءَامَنُواْ بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنَٰهُمۡ هُدٗى

13. Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.

 

Yeah… Alhamdulillah kamu benar, ini adalah Surah Al-Kahfi ayat ke 13. Di dalam surah ini, dijelaskan bahwa telah dikisahkan para pemuda yang beriman dan ditambahkan nikmat petunjuk oleh Allah SWT.

Karena sebenarnya, kehebatan itu diukur bukan sekedar melalui kehebatan instingnya, intelegensi, maupun intelektual saja. Tetapi sejauh manakah para pemuda itu beriman?

Jika kita sudah sampai dalam tingkatan iman, maka itulah sebaik-baiknya pemuda dipandangan Allah SWT.

Perlombaan untuk menjadi lebih baik harus kita lakukan dan niatkan hanya karena Allah SWT. Bahkan ketika Allah sudah memandang kita baik, maka semua makhluk yang ada di langit dan di bumi juga menganggap kita baik.

Jangan berbangga diri setelah kamu berhasil membuat atau menciptakan sebuah aplikasi dan karya-karya lainnya namun tidak didasari dengan keimanan.

Karena sudah banyak pemuda atau orang lain yang tidak beriman dan berhasil menciptakan semua itu.

Maka yang menjadi pembeda adalah dengan terus meningkatkan keimanan kita dihadapan Allah SWT.

Kamu boleh kaya, tapi kamu belum tentu bahagia. Kamu boleh hebat, tapi belum tentu kamu mendapatkan kenikmatan seperti orang-orang yang digariskan ini.

Temukan passionmu hingga kamu merasa passionmu itu dapat membawamu lebih dekat dengan_Nya.

Sebagaimana kisah Bilal dengan tenaganya (menjadi muadzin), Abu Bakar dengan harta bendanya, Ali bin Abi Thalib dengan ilmunya dan Umar bin Khattab dengan kedudukannya.

Semua teladan kita memilih dengan passion masing-masing dan merasa ada kenikmatan disana.

Menjadi Pemuda Spesial
Menjadi Pemuda Spesial

Nah, apakah yang kita kerjakan saat ini sudah ada nikmat?

Sudahkah kita bersyukur dengan semua nikmat yang Allah SWT berikan? Seperti nikmat sehat, sakit, ada atau tidak ada harta semua itu adalah anugrah dari Allah SWT.

Iman adalah amalan hati, kadang bertambah kadang juga berkurang. Itu tanda imannya belum diikat. Jika sudah diikat maka petunjuk itu akan menjadi sinar kepada seluruh tubuhnya.

وَرَبَطۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ إِذۡ قَامُواْ فَقَالُواْ رَبُّنَا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ لَن نَّدۡعُوَاْ مِن دُونِهِۦٓ إِلَٰهٗاۖ لَّقَدۡ قُلۡنَآ إِذٗا شَطَطًا

14. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”.

Sahabat senyumku, mari sama-sama kita tingkatkan kualitas keimanan kita agar menjadi para pemuda yang senantiasa dekat dengan Allah SWT.

Selanjutnya… ingatkan kalo hari ini hari Jum’at? Apakah sahabat senyumku sudah membaca Al-Kahfi hari ini?

Yuk… baca dulu… hehe

 Sumber: