Tetaplah Dalam Diam Yang Meyakinkan

Tetaplah Dalam Diam

Shalihah, tetap teguh dalam pendirianmu ya. Meskipun kamu teramat sangat mencintainya. Meski hatimu terus mendesak agar bibirmu bicara.

Tetap cintai dia dalam diam, ya. Cukup sebut namanya dalam lantunan do’a yang terus berulang.

Jangan goyahkan imannya. Ia sedang berusaha memperbaiki diri. Ia juga sedang berusaha sekuat tenaga menjaga hati.

Jangan biarkan cintamu melemahkan imannya. Dan jangan biarkan pula cintanya melemahkan imanmu.

Meski hanya kata “aku mencintaimu” yang keluar secara jelas -baik dari lisanmu maupun lisannya-, aku takut itu akan membuat imanmu maupun imannya goyah.

Jika bukan dirimu yang menggoyahkan imannya, atau jika bukan ia yang menggoyahkan imanmu, aku takut jika syaithan menggoyahkan iman kalian berdua.

Biarkan cintamu tetap tumbuh dalam diam, dan tetaplah berdo’a semoga Allah satukan kalian dalam ikatan suci pernikahan.

Percayalah, mengungkapkannya bukanlah merupakan perkara yang bijak. Justru itu akan membuat cinta itu perlahan hilang.

Jika kau menahan dirimu untuk tak mengungkapkan, percayalah, Allah yang akan memberitahunya bahwa kau begitu mencintainya.

Dan Allah sendiri yang akan menentukan cara terbaik bagi kalian untuk menyatukan cinta.
Jikapun pada akhirnya cintamu bertepuk sebelah tangan, tak perlu bersedih.

Cinta dalam diammu tak berarti sia-sia. Jika cintamu tak terbalas, itu artinya Allah sedang menyiapkan untukmu seseorang yang lebih pantas. Yang lebih siap menemanimu berjuang dalam kebaikan.

Jika benar kamu mencintainya, jangan biarkan hatinya ternoda oleh ulahmu. Jangan usik ia terlebih dahulu. Jangan suka mencari perhatiannya, jangan sering-sering menghubunginya.

Tetaplah bersikap sewajarnya. Biarkan ia tetap berjalan di jalannya, dan kaupun tetaplah berjalan di jalanmu. Akan ada masanya kalian bertemu di persimpangan yang mengarah ke satu jalan.

Tak ada yang lebih indah daripada dua orang yang saling mencintai karena Allah. Bertemu karena Allah, dan menyatu karena Allah. Shalihah, kamu istimewa.

Jangan biarkan nafsu menguasaimu begitu mudahnya. Urusan cinta, biarlah Sang Maha Cinta yang mengaturnya. Ingat, hatimu berbolak-balik.

Apa kau yakin akan mencintainya seumur hidupmu?, apa kau yakin hatimu tak berpaling?.
Jadi, jangan biarkan lisanmu lancang mengatakan kau mencintainya.

Biarkan cinta itu tetap dalam fitrahnya. Dan jika kau benar-benar siap untuk menjadi makmumnya, pintalah walimu untuk menanyakan padanya, maukah ia diajak berjuang bersama.

Dan ingat, tetaplah berdo’a pada Allah. Agar kau segera dikumpulkan bersama seseorang yang terbaik untukmu. Entah dia, ataupun orang yang lebih baik darinya.

Created By: KaRiz