Kamu Masih Suka Mengeluh? Yuk renungkan ini sejenak,

pemandangan kampus 3

By : KaRiz

Teruntuk kamu yang mudah mengeluh, yuk baca tulisan singkat ini.

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kau dustakan.”

pemandangan kampus 3

 

Kawan, ketika hidup dipenuhi dengan derita, jangan segera berputus asa. Karena sebenarnya di balik derita itu tersimpan hadiah istimewa yang telah Allah sediakan untuk kita. Entah itu pahala yang melimpah, ataupun kebahagiaan yang akan segera membuat rasa syukurmu membuncah. Jadi, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Bahkan, dalam setiap ujian yang Allah berikan pun terselip kebahagiaan padanya, tersedia pahala dan ampunan bagi yang sabar menjalaninya.
Di setiap rasa sabar dalam menerima ujian, Allah hadirkan perasaan ridha dalam hati dan kebaikan sebagai penggantinya.
Lalu, pada tiap syukur yang terucap, Allah tambahkan kenikmatan. Selain itu, Allah juga lipatgandakan kebahagiaan.
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Apabila Allah menjadikan faqir, sesungguhnya Allah sedang menitipkan pahala ikhlas dan sabar padanya. Menjanjikan balasan pahala dari setiap tetes keringat ikhtiarnya. Menawarkan surga tanpa hisab berlama-lama, dan membuka ladang pahala bagi setiap orang yang dengan ikhlas menyantuninya.

Jika Allah jadikan kaya, Ia sedang menitipkan pahala syukur, pahala bersedekah dan pahala rendah hati. Menitipkan harta dunia yang dapat digunakan untuk mencari bekal akhirat. Lalu melihat sejauh mana kita mampu mengalahkan rasa sombong dan tamak yang perlahan mulai menyusupi hati.

Ada kalanya Allah mengambil nikmatmu, yang artinya Dia ingin melihat sejauh mana ikhlasmu, sebenarnya lebih cinta mana dirimu, antara Allah dan kenikmatan dunia.
Bukankah dalam setiap apa yang menimpa kita telah terselip gantinya?
Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang kaudustakan?

Bersyukur atau mengeluh adalah pilihan. Memang mengeluh itu nikmat. Entah mengeluhkan nasib, maupun mengeluhkan perkara yang tak ada habisnya.

Namun sebenarnya, bersyukur tetap jauh lebih nikmat.

So, mari renungkan kembali nikmat yang telah Allah beri sebelum mengeluhkan hal yang belum kita syukuri.

Masih adakah nikmat yang kita dustakan?